Kamis, 16 Oktober 2014
Kamis, 09 Oktober 2014
Efek Pembebanan dan Cara pembuatan Multimeter (Voltmeter & Ammeter) Analog Multirange
Konstruksi Ammeter
Suatu alat yang digunakan untuk mengukur arus disebut ammeter karena menggunakan satuan pengukuran yaitu ampere.
Dalam konstruksi ammeter, resistor eksternal ditambahkan untuk menambah range dari jarum penggerak yang dihubungkan paralel, sedangkan kalau pada voltmeter dihubungkan seri. Hal ini karena kita ingin membagi arus yang akan diukur, bukan mengukur tegangannya, sehingga rangkaian paralel digunakan untuk membagi arus.
Sabtu, 20 September 2014
ALAT UKUR ELEKTRONIKA
1 Ampermeter
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk listrik DC maupun AC yang ada dalam rangkaian tertutup. Amperemeter biasanya dipasang berderet dengan elemen listrik. Cara menggunakannya adalah dengan menyisipkan amperemeter secara langsung ke rangkaian.
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk listrik DC maupun AC yang ada dalam rangkaian tertutup. Amperemeter biasanya dipasang berderet dengan elemen listrik. Cara menggunakannya adalah dengan menyisipkan amperemeter secara langsung ke rangkaian.
![]() |
Mean Median Mod
Salah satu aspek yang paling penting untuk menggambarkan distribusi data adalah nilai pusat data pengamatan (Central Tendency). Setiap pengukuran aritmatika yang ditujukan untuk menggambarkan suatu nilai yang mewakili nilai pusat atau nilai sentral dari suatu gugus data (himpunan pengamatan) dikenal sebagai ukuran pemusatan data (tendensi sentral). Terdapat tiga ukuran pemusatan data yang sering digunakan, yaitu:- Mean (Rata-rata hitung/rata-rata aritmetika)
- Median
Jumat, 22 November 2013
Profil Teknik Elektronika
SMK NEGERI 3 TANJUNGPINANG
Program Keahlian Teknik Elektronika
Nama Kompetensi Keahlian : Teknik Elektronika Industri
PENDAHULUAN :
1. Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan
“Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya”.
2. Visi dan Misi SMK Negeri 3 Tanjungpinang :
Visi SMK Negeri 3 Tanjungpinang,
“Terciptanya teknisi menengah berstandar nasional sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) yang terlatih dan berakhlak mulia”.
Misi SMK Negeri 3 Tanjungpinang,
“Menciptakan Teknisi Menengah Profesional” dengan langkah sebagai berikut :
1. Meningkatkan kemampuan guru dan tenaga Kependidikan dalam program diklat di SMK.
2. Meningkatkan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan DU/DI.
3. Menigkatkan manajemen penyelenggaraan diklat system manajemen mutu.
4. Melaksanakan diklat dengan berbasis kompetensi dan berstandar Nasional
5. Meningkatkan etos kerja seluruh penyelenggara diklat.
6. Mengoptimalkan dukungan Pemerintah Pusar, Pemerintah Daerah, Orang tua, dan Pengusaha dalam penyelenggaraan pendidikan.
Kepala Kompetensi Keahlian :
Staf Pengajar Produktif :
Isna Derita S.Pd
|
![]() |
| Wahyu Lizwan S S.Pd |
Senin, 21 Oktober 2013
Definisi Sampah
Sampah, sebuah kata yang sering kita dengar dan barang yang selalu kita lihat setiap saat. Dimanapun dan kapanpun kita berada selalu ketemu dengan yang namanya sampah. Apakah itu sampah ? Ada banyak pengertian yang sering kita temui yang dilontarkan oleh para ahli dan pakar. Sampai saat ini masih beredar anggapan bahwa sampah merupakan barang sisa yang sudah tidak berguna lagi dan harus dibuang. Padahal sebetulnya sampah merupakan mutiara yang masih terpendam dan kalau dikelola akan menjadi barang yang sangat berguna.
Dalam kamus lingkungan (1994) dinyatakan bahwa Pengertian Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk digunakan secara biasa atau khusus dalam produksi atau pemakaian; barang rusak atau cacat selama manufaktur; atau materi berkelebihan atau buangan.
Kamis, 19 September 2013
SIFAT UNSUR – UNSUR PERIODE KETIGA
A.
SIFAT LOGAM DAN NON LOGAM
Unsur – unsur periode ketiga terdiri dari Natrium ( Na ),
Magnesium ( Mg ), Aluminium ( Al ), Silikon ( Si ), Fosforus ( P ), Belerang (
S ), Klorin ( Ci ), dan Argon( Ar ).
Unsur – unsur periode ketiga memiliki keteraturan sifat
secara berurutan dari kiri kekanan .
o
Sifat reduktor berkurang dan sifat
oksidator bertambah.
o
Sifat logam semakin lemah dan sifat
non logam semakin kuat,
o
Sifat basa semakin lemah dan sifat
asam semakin kuat.
Sifat – Sifat Periodik Unsur – Unsur Ketiga
Na
|
Mg
|
Al
|
Si
|
P
|
S
|
Cl
|
Ar
|
|
Jari – jari (pm)
|
157
|
136
|
125
|
117
|
110
|
104
|
99
|
-
|
Keelektronegatifan
( skala Pauling )
|
0,9
|
1,2
|
1,4
|
1,7
|
2,1
|
2,5
|
3,0
|
-
|
Energi Ionisasi
( Kj mol-1 )
|
498
|
577
|
787
|
1060
|
1000
|
1260
|
1520
|
|
Titik Leleh ( 0C
)
|
98
|
650
|
660
|
1410
|
44
|
119
|
-100
|
-189
|
Titik Didih ( 0C )
|
883
|
109
0
|
2470
|
253
5
|
280
|
445
|
-35
|
-
186
|
Potensial
Electode ( volt )
|
-2,71
|
-2,37
|
-1,66
|
-
|
-
|
-0,51
|
+1,36
|
-
|
Unsur – unsur periode ketiga dari kiri ke kanan memiliki
jari – jari atom yang makin kecil. Meskipun sama – sama terdiri atas tiga lapis
kulit, jumlah proton dan jumlah elektron dalam masing – masing atom makin ke
kanan makin banyak. Hal itu menyebabkan gaya tarik inti atom terhadap elektron
– elektron makin kuat, sehingga elektron – elektron tertarik lebih dekat kearah
inti atom.
Harga keelektronegatifan unsur – unsur periode ketiga “
makin ke kanan makin besar “. Artinya, makin ke kanan kemampuan atom untuk
menarik elektron dari atom lain ( demi memenuhi kaidah oktet ) makin bertambah.
Harga keelekrtonegatifan terbesar dalam periode ketiga dimiliki oleh klorin.
Adapun argon tidak memiliki keelektronegatifan dalam struktur elektronnya sudah
stabil.
Dengan
jari – jari atom yang makin kecil ( makin kuatnya gaya tarik inti atom ), unsur
– unsur periode ketiga dari kiri ke kanan pada umumnya memiliki energi ionisasi
yang makin besar.
Sesuai dengan pola umum sistem periodik bahwa dari kiri ke kanan sifat logam
makin berkurang, maka unsur – unsur periode ketiga dapat di kelompokkan menjadi
:
- Unsur – unsur logam, yaitu Na, Mg, dan Al
- Unsur – unsur semilogam, yaitu Si;
- Unsur – unsur bukan logam, yaitu P, S,Cl, Ar
SIFAT ASAM DAN BASA
Sifat asam adalah sifat yang berkaitan dengan sifat
nonlogam, sedangkan sifat basa adalah sifat yang berkaitan dengan sifat logam
Senyawa yang dapat bertindak sebagai basa dengan
memutuskan MOH sehingga terbentuk ion hidroksida ( OH- ).
M-OH M+ ( aq ) + OH- (
aq)
Senyawa
dengan struktur diatas dapat pula bertindak sebagai asam dengan
memutuskan ikatan MO-H sehingga berbentuk ion hidrogen ( H+ ).
M-OH M- ( aq ) + OH+ (
aq)
Unsur – unsur dalam satu periode makin ke kanan makin kuat
menarik elektron. Jadi unsur periode ketiga, dari natrium sampai klorin, maka sifat
basa makin berkurang sifat - sifat asam makin bertambah.
Asam natrium sangat mudah memberikan elektron, sebab sifat
reduktornya sangat kuat, tetapi Mg ( OH )2 larut dalam asam karena
mengalami reaksi berikut.
Mg ( OH )2 ( s ) + 2H+ ( aq ) Mg 2+ ( aq ) + 2H20
Meskipun Mg ( OH )2 merupakan basanya makin
lemah dari pada NaOH dan Mg ( OH )2 ia sukar larut dalam air,
tetapi sebagai basa sudah tentu ia larut dalam asam.
AL ( OH )3 ( s ) + 3H+ ( aq ) AL 3+ ( aq ) + 3H20
Oleh karena atom Al cukup kuat menarik elektron, Al ( OH )3
dapat menunjukkan sifat asam ! itulah sebabnya Al ( OH )3 juga larut
atau bereaksi dengan basa.
AL ( OH )3 ( s ) + 0H- ( aq ) AL ( OH )-4 (
aq )
Reaksi – reaksi diatas menunjukkan bahwa Al ( OH )3
bersifat amfoter, yaitu dapat bersifat asam maupun basa.
Contoh ;
Senyawa asam unsur periode ketiga, yaitu :
o
Asam Silikat ( H2 SiO3
),
o
Asam Fosfat ( H3PO4 ),
o
Asam Sulfat ( H2SO4
),
o
Asam Peklorat ( HCIO4 )
Langganan:
Postingan (Atom)










